```html ```

...
Panduan HR & Panitia Perusahaan

Contoh TOR Team Building Perusahaan: Template Lengkap dan Siap Disesuaikan

Contoh TOR team building perusahaan adalah acuan tertulis yang menjelaskan latar belakang, tujuan, sasaran peserta, konsep kegiatan, jadwal, kebutuhan fasilitas, anggaran, serta indikator keberhasilan program team building. Dokumen ini membantu perusahaan menyamakan ekspektasi antara HR, panitia, manajemen, dan penyedia jasa kegiatan.

Jika perusahaan sedang merencanakan kegiatan untuk meningkatkan kolaborasi, komunikasi, dan kekompakan karyawan, template berikut dapat digunakan sebagai dasar penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term of Reference (TOR).

Kegiatan team building perusahaan dengan peserta karyawan mengikuti permainan kolaboratif di luar ruangan
Gunakan foto kegiatan perusahaan yang benar-benar pernah diselenggarakan agar artikel lebih relevan dan autentik.
Inti TOR yang baik: jelaskan masalah atau kebutuhan tim, tujuan yang ingin dicapai, bentuk kegiatan yang relevan, rencana pelaksanaan, kebutuhan biaya, serta cara mengevaluasi hasilnya. TOR bukan sekadar daftar permainan, melainkan dokumen yang menghubungkan kebutuhan perusahaan dengan rancangan kegiatan.

Apa Itu TOR Team Building Perusahaan?

TOR atau Term of Reference adalah dokumen acuan yang menjelaskan alasan, tujuan, ruang lingkup, metode, dan rencana pelaksanaan sebuah program. Dalam konteks team building, TOR menjadi panduan bagi pihak internal maupun penyedia jasa agar kegiatan berjalan sesuai kebutuhan organisasi.

Di sejumlah perusahaan, dokumen serupa disebut Kerangka Acuan Kerja (KAK). Istilah dan formatnya dapat berbeda sesuai kebijakan internal, kebutuhan pengadaan, atau prosedur persetujuan anggaran.

Misalnya, perusahaan mengalami masalah koordinasi antardivisi. TOR sebaiknya tidak hanya mencantumkan kegiatan outbound, tetapi juga menjelaskan tujuan memperkuat komunikasi, jenis simulasi yang sesuai, jumlah peserta, durasi, kebutuhan fasilitator, dan metode evaluasi.

TOR berorientasi tujuan

Menjelaskan mengapa kegiatan perlu dilakukan dan perubahan apa yang diharapkan setelah program selesai.

TOR berorientasi pelaksanaan

Menjadi panduan untuk menyusun konsep, jadwal, kebutuhan teknis, pembagian tanggung jawab, dan biaya.

Mengapa Perusahaan Perlu Menyusun TOR Team Building?

TOR membantu perusahaan membuat keputusan berdasarkan kebutuhan yang jelas, bukan hanya memilih kegiatan yang terlihat menarik. Dokumen ini juga memudahkan proses koordinasi dan persetujuan sebelum acara dilaksanakan.

1. Menyamakan tujuan antara manajemen dan panitia

Manajemen mungkin ingin meningkatkan kolaborasi, sedangkan peserta berharap mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. TOR membantu menggabungkan kedua kebutuhan tersebut melalui konsep kegiatan yang memiliki tujuan dan pengalaman peserta yang jelas.

2. Mempermudah perencanaan anggaran

Dengan ruang lingkup yang jelas, panitia dapat memperkirakan kebutuhan transportasi, venue, konsumsi, fasilitator, perlengkapan permainan, dokumentasi, dan kebutuhan pendukung lainnya. Perusahaan juga dapat membandingkan penawaran penyedia jasa berdasarkan cakupan layanan yang setara.

3. Mengurangi perubahan mendadak

Jumlah peserta, lokasi, durasi, fasilitas, dan kebutuhan khusus yang disepakati sejak awal dapat mengurangi risiko miskomunikasi. Jika ada perubahan, panitia dapat memeriksa kembali dampaknya terhadap jadwal dan biaya.

4. Memudahkan evaluasi setelah acara

Tujuan yang ditetapkan sejak awal dapat diterjemahkan menjadi indikator evaluasi, seperti kepuasan peserta, keterlibatan dalam aktivitas, atau tindak lanjut kolaborasi setelah kegiatan.

Struktur TOR Team Building Perusahaan yang Ideal

Struktur berikut dapat digunakan untuk kegiatan internal perusahaan berskala kecil maupun program yang melibatkan banyak divisi. Sesuaikan tingkat detailnya dengan kebutuhan persetujuan dan prosedur perusahaan.

Bagian TOR Isi yang Perlu Dicantumkan
Judul kegiatanNama program, perusahaan, dan periode pelaksanaan.
Latar belakangKondisi tim, kebutuhan organisasi, atau alasan kegiatan diadakan.
TujuanHasil yang ingin dicapai, seperti komunikasi, kolaborasi, atau kepemimpinan.
Sasaran pesertaJumlah peserta, divisi, jabatan atau kelompok yang menjadi sasaran.
Konsep dan metodeFormat kegiatan, pendekatan pembelajaran, dan jenis aktivitas.
Waktu dan lokasiTanggal, durasi, venue, dan alternatif jika dibutuhkan.
RundownUrutan acara, jam, durasi, serta penanggung jawab setiap sesi.
Kebutuhan teknisFasilitator, perlengkapan, konsumsi, transportasi, dokumentasi, dan keselamatan.
Rencana anggaranRincian biaya, asumsi perhitungan, pajak bila berlaku, dan cadangan.
Evaluasi dan pelaporanMetode pengukuran, umpan balik, laporan kegiatan, serta tindak lanjut.
PersetujuanNama atau jabatan pihak yang mengajukan, memeriksa, dan menyetujui.

Contoh TOR Team Building Perusahaan yang Bisa Langsung Disesuaikan

Berikut contoh kerangka TOR untuk kegiatan team building satu hari. Nama perusahaan, jumlah peserta, tanggal, lokasi, dan anggaran di bawah ini merupakan ilustrasi, bukan data kegiatan atau penawaran harga aktual.

TERM OF REFERENCE (TOR)

PROGRAM TEAM BUILDING KARYAWAN [NAMA PERUSAHAAN] TAHUN [TAHUN]

Unit kerja: Human Resources / Panitia Kegiatan

Waktu pelaksanaan: [Tanggal dan tahun]

Lokasi: [Nama venue dan alamat]

Jumlah peserta: [Jumlah peserta] orang

Penanggung jawab: [Nama atau jabatan PIC]

I. Latar Belakang

Kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi merupakan bagian penting dalam mendukung efektivitas kerja di lingkungan perusahaan. Interaksi kerja sehari-hari yang padat dapat membuat karyawan memiliki kesempatan terbatas untuk membangun komunikasi lintas divisi di luar rutinitas pekerjaan.

Oleh karena itu, perusahaan merencanakan kegiatan team building sebagai sarana untuk memperkuat hubungan antarkaryawan, melatih penyelesaian masalah bersama, dan membangun pengalaman kolaboratif yang dapat diterapkan kembali dalam pekerjaan.

Program akan dirancang dengan aktivitas partisipatif yang disesuaikan dengan karakter peserta, kondisi lokasi, tujuan perusahaan, serta standar keselamatan kegiatan.

II. Maksud dan Tujuan

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai program pengembangan tim melalui pengalaman bersama yang terstruktur.

Tujuan kegiatan meliputi:

  1. Mendorong komunikasi yang lebih efektif antarkaryawan.
  2. Memperkuat kolaborasi dan koordinasi lintas divisi.
  3. Melatih kemampuan memecahkan masalah secara bersama-sama.
  4. Mendorong partisipasi, kepercayaan, dan saling menghargai dalam tim.
  5. Mengidentifikasi pembelajaran yang dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

III. Sasaran Peserta

Peserta kegiatan adalah karyawan [Nama Perusahaan] dari [nama divisi atau unit kerja], dengan estimasi jumlah [jumlah peserta] orang. Komposisi peserta dan pembagian kelompok akan ditetapkan oleh panitia bersama penyelenggara.

Aktivitas perlu mempertimbangkan perbedaan usia, kondisi fisik, kebutuhan aksesibilitas, serta tingkat kenyamanan peserta.

IV. Bentuk dan Metode Kegiatan

Kegiatan dilaksanakan dalam format team building yang menggabungkan aktivitas kelompok, simulasi pemecahan masalah, permainan kolaboratif, dan sesi refleksi. Metode dipilih berdasarkan tujuan program, bukan semata-mata tingkat kesulitan atau kompetisi permainan.

  • Team challenge: simulasi untuk melatih komunikasi dan strategi kelompok.
  • Problem-solving games: tantangan untuk mendorong analisis, koordinasi, dan pengambilan keputusan.
  • Collaborative activities: aktivitas yang menuntut kontribusi dan kerja sama seluruh anggota tim.
  • Reflection session: diskusi tentang pembelajaran dan penerapannya di lingkungan kerja.

Rincian permainan, alat, dan tingkat aktivitas disesuaikan kembali setelah konsultasi dengan panitia dan pemeriksaan kondisi venue.

V. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

  • Hari/tanggal: [Hari, tanggal, bulan, tahun]
  • Waktu: [Jam mulai sampai selesai]
  • Lokasi: [Nama venue, kota]
  • Durasi: [Misalnya satu hari]

Penetapan lokasi mempertimbangkan kapasitas peserta, akses transportasi, fasilitas pendukung, ketersediaan area kegiatan, serta rencana penanganan cuaca jika kegiatan dilakukan di luar ruangan.

VI. Ruang Lingkup Pelaksanaan

Ruang lingkup yang direncanakan meliputi:

  1. Koordinasi kebutuhan dan tujuan program bersama panitia.
  2. Penyusunan konsep, aktivitas, dan rundown.
  3. Penyiapan fasilitator, perlengkapan, dan kebutuhan teknis sesuai kesepakatan.
  4. Pelaksanaan briefing peserta dan pengarahan keselamatan.
  5. Fasilitasi kegiatan team building serta sesi refleksi.
  6. Pengumpulan umpan balik dan penyusunan laporan kegiatan sesuai ruang lingkup yang disepakati.

Transportasi, akomodasi, konsumsi, dokumentasi, venue, asuransi, dan kebutuhan lainnya harus dinyatakan secara jelas apakah termasuk atau tidak termasuk dalam paket pelaksanaan.

VII. Rencana Pelaksanaan

Rundown awal disusun sebagai acuan dan dapat berubah sesuai kondisi lapangan, kebutuhan peserta, serta kesepakatan panitia.

Lihat tabel rundown pada bagian berikutnya sebagai contoh jadwal satu hari.

VIII. Rencana Anggaran Biaya

Anggaran disusun berdasarkan jumlah peserta, lokasi, durasi, fasilitas, kompleksitas aktivitas, dan layanan yang disepakati. Rincian biaya dan ketentuan pajak harus diverifikasi sebelum pengajuan persetujuan.

Rincian ilustrasi anggaran dapat dilihat pada bagian contoh anggaran di bawah.

IX. Indikator Evaluasi

Evaluasi dilakukan dengan menggunakan metode yang sesuai dengan tujuan kegiatan, antara lain:

  • Tingkat kehadiran dan partisipasi peserta.
  • Umpan balik peserta terhadap relevansi kegiatan dan kualitas fasilitasi.
  • Hasil refleksi kelompok tentang komunikasi dan kerja sama.
  • Rencana tindak lanjut yang disepakati setelah kegiatan.
  • Evaluasi lanjutan oleh perusahaan apabila ingin melihat penerapan pembelajaran dalam pekerjaan.

Target numerik ditentukan oleh perusahaan sebelum kegiatan. Hasil satu hari team building tidak boleh langsung dianggap sebagai bukti peningkatan produktivitas tanpa pengukuran lanjutan yang memadai.

X. Penutup

TOR ini disusun sebagai acuan perencanaan dan pelaksanaan program team building [Nama Perusahaan]. Perubahan terhadap jadwal, ruang lingkup, lokasi, dan anggaran dilakukan melalui koordinasi serta persetujuan pihak terkait.

Diajukan oleh,
[Nama/Jabatan PIC]

Diperiksa oleh,
[Nama/Jabatan Pemeriksa]

Disetujui oleh,
[Nama/Jabatan Pemberi Persetujuan]

Catatan penggunaan: contoh di atas merupakan template umum. Untuk perusahaan dengan proses pengadaan formal, tambahkan persyaratan administrasi, ruang lingkup vendor, deliverables, ketentuan pembayaran, serta mekanisme evaluasi penawaran sesuai kebijakan internal.

Contoh Rundown Team Building Perusahaan Satu Hari

Rundown menjelaskan urutan kegiatan dan alokasi waktu agar semua pihak memahami alur pelaksanaan. Jadwal berikut merupakan ilustrasi yang dapat disesuaikan dengan jumlah peserta, lokasi, cuaca, dan tujuan program.

Waktu Agenda Tujuan atau Catatan
08.00–08.30Registrasi pesertaVerifikasi kehadiran dan pembagian kelompok.
08.30–09.00Pembukaan dan briefing keselamatanMenjelaskan tujuan, aturan, dan prosedur keselamatan.
09.00–09.30Ice breakingMembangun interaksi awal antarpeserta.
09.30–10.45Team challenge sesi pertamaMelatih komunikasi dan koordinasi.
10.45–11.00IstirahatMenjaga kenyamanan peserta.
11.00–12.00Problem-solving gamesMelatih strategi dan pengambilan keputusan.
12.00–13.00ISHOMAIstirahat, ibadah, dan makan siang.
13.00–14.30Collaborative challengeMendorong kerja sama lintas peran.
14.30–15.00Refleksi dan pembelajaranMenghubungkan pengalaman dengan situasi kerja.
15.00–15.30Evaluasi dan penutupanUmpan balik, dokumentasi, dan penutupan acara.

Penting: jadwal ini bukan rundown final. Waktu perjalanan, perpindahan area, kondisi peserta, serta kebutuhan istirahat perlu diperhitungkan dalam dokumen pelaksanaan yang sebenarnya.

Contoh Rencana Anggaran Biaya Team Building

Anggaran dalam TOR sebaiknya dibuat transparan dengan menyebutkan volume, satuan, dan asumsi biaya. Berikut simulasi sederhana untuk 50 peserta. Nominal berikut hanya contoh perhitungan, bukan tarif pasar atau penawaran resmi vendor.

Komponen Asumsi Perhitungan Estimasi Ilustratif
Venue dan area kegiatan1 paketRp5.000.000
Fasilitator dan tim pelaksana1 paketRp7.500.000
Perlengkapan aktivitas1 paketRp3.000.000
Konsumsi peserta50 orang × Rp100.000Rp5.000.000
Dokumentasi1 paketRp1.500.000
Transportasi dan logistik1 paketRp3.000.000
SubtotalRp25.000.000
Cadangan biaya10% dari subtotalRp2.500.000
Total ilustratifRp27.500.000
Biaya rata-rata per pesertaRp27.500.000 ÷ 50Rp550.000

Anggaran tersebut belum tentu mencakup semua kebutuhan. Perusahaan perlu memeriksa apakah pajak, penginapan, sewa transportasi, asuransi, konsumsi tambahan, biaya parkir, dan kebutuhan khusus sudah termasuk dalam perhitungan.

Bagaimana membuat anggaran lebih akurat?

  1. Tetapkan jumlah peserta dan durasi kegiatan.
  2. Tentukan lokasi serta kebutuhan transportasi.
  3. Rinci layanan yang wajib tersedia dan layanan opsional.
  4. Minta penawaran dengan ruang lingkup yang sama dari penyedia jasa.
  5. Periksa ketentuan pembayaran, pajak, perubahan jadwal, dan pembatalan.
  6. Sesuaikan cadangan biaya dengan risiko dan aturan perusahaan.

Indikator Keberhasilan yang Dapat Dicantumkan dalam TOR

Indikator harus berkaitan dengan tujuan program dan bisa dinilai menggunakan metode yang jelas. Jangan menetapkan angka target hanya karena terlihat bagus dalam proposal.

Tujuan Contoh Indikator Metode Pengukuran
PartisipasiPersentase peserta yang hadir dan mengikuti sesi utama.Daftar hadir dan catatan fasilitator.
KepuasanPenilaian peserta terhadap relevansi kegiatan dan penyelenggaraan.Survei setelah kegiatan.
KolaborasiKemampuan kelompok membagi peran dan menyelesaikan tantangan.Observasi fasilitator dengan kriteria yang ditentukan.
PembelajaranPeserta mampu mengidentifikasi pelajaran yang relevan dengan pekerjaan.Refleksi atau diskusi setelah aktivitas.
Tindak lanjutAdanya komitmen atau tindakan perbaikan yang disepakati.Rencana aksi dan evaluasi lanjutan.

Untuk mengembangkan evaluasi yang lebih menyeluruh, perusahaan dapat membaca panduan cara mengukur ROI team building dan menghubungkannya dengan kebutuhan pengukuran yang telah ditetapkan dalam TOR.

Kesalahan Umum Saat Menyusun TOR Team Building

1. Tujuan terlalu umum

Kalimat seperti “meningkatkan kekompakan” perlu dijelaskan lebih lanjut. Sebutkan perilaku atau kebutuhan tim yang ingin diperkuat, misalnya koordinasi lintas divisi atau komunikasi saat menyelesaikan masalah.

2. Memilih permainan sebelum memahami kebutuhan

Aktivitas yang populer belum tentu cocok untuk semua tim. Pilih metode berdasarkan tujuan, karakter peserta, keterbatasan lokasi, dan risiko pelaksanaan.

3. Anggaran hanya mencantumkan angka total

Tanpa rincian komponen dan asumsi, perusahaan akan sulit menilai kewajaran biaya serta membandingkan penawaran secara adil.

4. Tidak menjelaskan pembagian tanggung jawab

TOR perlu menjelaskan siapa yang bertanggung jawab atas persetujuan peserta, venue, transportasi, perlengkapan, komunikasi darurat, dan pelaksanaan teknis. Tanggung jawab vendor dan panitia sebaiknya dibedakan dengan jelas.

5. Mengabaikan keselamatan dan rencana cadangan

Untuk kegiatan outdoor, cantumkan briefing keselamatan, pengecekan lokasi, kebutuhan pertolongan pertama, akses keluar, kondisi cuaca, dan opsi pemindahan aktivitas. Penanganan risiko harus sesuai dengan jenis aktivitas dan kondisi venue.

6. Tidak memiliki rencana tindak lanjut

Team building bukan pengganti sistem kerja, komunikasi manajerial, atau pengembangan karyawan berkelanjutan. TOR akan lebih kuat jika memuat cara membawa pembelajaran kegiatan ke dalam pekerjaan sehari-hari.

Checklist Sebelum TOR Team Building Diajukan

Gunakan checklist berikut untuk memastikan dokumen cukup jelas sebelum diajukan kepada manajemen atau tim pengadaan.

Bagaimana EO Membantu Merealisasikan TOR Menjadi Kegiatan?

TOR yang baik menjadi titik awal perencanaan, tetapi keberhasilan pelaksanaan juga bergantung pada kemampuan menerjemahkan dokumen menjadi aktivitas yang sesuai dengan tujuan perusahaan.

Tim penyelenggara dapat membantu memetakan kebutuhan peserta, mengembangkan konsep permainan, menyusun rundown, menyiapkan fasilitator dan perlengkapan, mengatur koordinasi teknis, serta mendukung evaluasi kegiatan. Ruang lingkup layanan harus ditetapkan secara tertulis agar ekspektasi perusahaan dan penyelenggara tetap selaras.

Jika perusahaan sedang mencari referensi untuk merancang kegiatan, pelajari layanan jasa outbound jakarta dan layanan EO team building jakarta. Keduanya dapat menjadi titik awal untuk mendiskusikan format kegiatan berdasarkan jumlah peserta, tujuan program, lokasi, dan anggaran.

Peserta team building perusahaan berkolaborasi menyelesaikan tantangan kelompok dengan pendampingan fasilitator
Pilih foto kegiatan yang menggambarkan kolaborasi peserta dan fasilitasi program secara nyata.

Rangkuman Praktis untuk Panitia

Dalam menyusun TOR, pastikan setiap bagian saling terhubung: kebutuhan perusahaan menjadi dasar tujuan, tujuan menentukan konsep aktivitas, konsep memengaruhi rundown dan anggaran, sedangkan indikator evaluasi menjelaskan bagaimana hasil kegiatan akan ditinjau.

Gunakan template dalam artikel ini sebagai kerangka awal, lalu sesuaikan dengan kebijakan internal, profil peserta, kebutuhan pengadaan, dan kondisi pelaksanaan yang sebenarnya.

FAQ: Contoh TOR Team Building Perusahaan

Apa perbedaan TOR dan proposal team building?

TOR berfokus pada acuan kebutuhan, tujuan, ruang lingkup, metode, jadwal, dan persyaratan kegiatan. Proposal biasanya menjelaskan penawaran konsep atau solusi dari penyelenggara, termasuk layanan dan harga. Dalam beberapa perusahaan, keduanya dapat diminta sebagai dokumen yang saling melengkapi.

Apakah TOR team building sama dengan KAK?

Keduanya memiliki fungsi yang mirip sebagai dokumen acuan kegiatan. TOR merupakan singkatan dari Term of Reference, sedangkan KAK berarti Kerangka Acuan Kerja. Istilah, susunan, dan persyaratan dokumen dapat berbeda sesuai kebijakan organisasi.

Siapa yang bertanggung jawab membuat TOR team building?

Biasanya HR, GA, panitia internal, atau unit kerja yang membutuhkan kegiatan menyusun TOR bersama pihak terkait. Jika diperlukan, calon penyelenggara dapat memberi masukan teknis, tetapi kebutuhan dan persetujuan akhir tetap mengikuti kewenangan perusahaan.

Berapa halaman ideal untuk TOR team building perusahaan?

Tidak ada jumlah halaman yang berlaku untuk semua perusahaan. TOR sederhana dapat dibuat ringkas, sedangkan kegiatan dengan banyak peserta, perjalanan, risiko teknis, atau proses pengadaan formal mungkin membutuhkan lampiran tambahan. Utamakan kelengkapan dan kejelasan, bukan jumlah halaman.

Apakah TOR harus mencantumkan anggaran?

Sebaiknya TOR memuat estimasi anggaran atau setidaknya menjelaskan kebutuhan biaya dan ruang lingkup yang menjadi dasar perhitungan. Ikuti format pengajuan yang berlaku di perusahaan, termasuk ketentuan pajak, persetujuan, dan proses pengadaan.

Apakah template TOR ini bisa digunakan untuk kegiatan outbound?

Bisa sebagai kerangka awal. Sesuaikan metode, rundown, perlengkapan, dan kebutuhan keselamatan dengan aktivitas outbound yang dipilih. Untuk kegiatan outdoor, pertimbangkan juga kondisi cuaca, akses lokasi, kondisi peserta, serta prosedur darurat.

Kapan TOR sebaiknya disusun?

Susun TOR sebelum meminta persetujuan anggaran atau memulai pengadaan, agar kebutuhan kegiatan dapat ditinjau sejak awal. Waktu persiapan yang diperlukan bergantung pada skala acara, kompleksitas lokasi, jumlah peserta, dan prosedur perusahaan.

Butuh Bantuan Menyusun Konsep Team Building Perusahaan?

Diskusikan tujuan kegiatan, jumlah peserta, pilihan aktivitas, lokasi, dan kebutuhan anggaran bersama Indocharacter. Konsep program dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, sehingga rancangan kegiatan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat dipersiapkan menjadi pelaksanaan yang terstruktur.

Siapkan TOR atau gambaran kebutuhan awal Anda agar diskusi lebih terarah.

Konsultasi Team Building via WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Indocharacter adalah penyedia jasa Event Organizer (EO) yang berfokus pada Outbound Training, Team Building, dan Capacity Building. Berdiri sejak 2016, Indocharacter telah menangani berbagai acara untuk perusahaan dan komunitas dengan skala yang beragam

About

Service

Event

Contact

Carier

Lokasi

Contact

Jl. Irigasi No.15 B, RT.004/RW.008, Limo, Kec. Limo, Kota Depok, Jawa Barat 16515

© 2025 Indocharacter

Butuh Bantuan?